Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama kejar target @ 16 Nov 2019
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama ingin turis asing Indonesia naik kelas menjadi kualitas turis asing yang datang ke Indonesia. Hal ini diharapkan bisa membantu meningkatkan devisa negara.

Pria yang akrab dipanggil Tama itu pun membandingkan kualitas turis asing di Indonesia dan Selandia Baru. Turis Indonesia per tahun lebih banyak tetapi pengeluarannya lebih sedikit.

"Meningkatkan kualitas wisatawan yang datang ke Indonesia itu lebih penting, sehingga spending mereka pada saat di Indonesia lebih tinggi," ujar Menteri Tama pada Rakornas 2019 di Sentul, Jawa Barat, seperti ditulis Kamis (14/11/2019).

"Sekarang (wisman) kita kira-kira USD 1.220, New Zealand hampir USD 5.000 per arrival, artinya apa? Kualitas wisatawan yang datang ke New Zealand lebih tinggi walaupun jumlah wisatawannya cuman 4 juta," lanjutnya.

Mendatangkan turis asing premium tak hanya baik untuk ekonomi, melainkan ada dampak positif secara sosial-budaya. Wishnutama menyebut premium tourism akan lebih bisa mengapresiasi kelestarian alam dan kultur masyarakat lokal.

Aspek adat dan kultur daerah wisata juga dinilai Wishnutama sebagai daya tarik bagi wisatawan. Dalam kesempatan ini, sang menteri juga menegaskan tidak akan mengubah adat lokal untuk kalangan tertentu.

"Apalagi di Bali dan Toba misalnya. Dia punya karakter, adat istiadat, kearifan lokal, budaya, justru harus kita jaga. Pariwisata akan berhasil kalau kita bisa menjaga itu semua," jelas Tama.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama mengungkap, tak pernah mengeluarkan wacana wisata halal di Danau Toba dan Bali. Pernyataan Wishnutama itu mengklarifikasi pemberitaan sebuah media yang menyebut akan menjadikan dua destinasi itu jadi ramah wisatawan Muslim.

"Kami menyesalkan pemberitaan mengenai hal tersebut telah mengundang polemik di kalangan masyarakat, termasuk para pelaku industri dan insan pariwisata di Tanah Air," jelas Wishnutama dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, Rabu (13/11/2019).

Menurut Wishnutama, persepsi yang muncul atas pemberitaan tersebut juga sangat bertolak belakang dengan pandangan dan komitmennya dalam menghargai budaya, kearifan lokal, juga keberagamaan.

"Pariwisata kita terbangun atas kearifan masyarakat dan budaya lokal pada tiap destinasi sehingga jadi daya tarik luar biasa bagi wisatawan. Ada keramah-tamahan khas yang dirasakan para wisatawan dengan berbagai latar kultur dan agama," jelas Wishnutama.

Menarekraf Wishnutama meyakini, budaya, kearifan lokal, dan kekayaan alam harus dijaga, dipelihara, serta dikelola dengan baik agar pariwisata Indonesia selalu menciptakan daya tarik bagi wisatawan dan mendatangkan kesejahteraan rakyat.

"Pariwisata juga merupakan aktivitas universal, sehingga seluruh tempat wisata di Indonesia terbuka bagi seluruh wisatawan, apapun latar belakang agama, kepercayaan, dan kewarganegaraannya," tutur Wishnutama.

Sumber : liputan6.com
News powered by CuteNews - http://cutephp.com