ORION HOLIDAY

Paket Tour,Bus Pariwisata & Mobil Rental
PADANG
SUMATERA BARAT




Orion Holiday merupakan spealisasi BIRO PERJALANAN WISATA PADANG atau TRAVEL AGENT DI KOTA PADANG yang mempunyai legalitas dengan nama PT.ORION GRAHA WISATA yang akan membuat perjalanan anda sangat berkesan dan berarti disetiap waktunya. Orion holiday merupakan perusahaan perorangan yang telah disahkan oleh akta notaries No. 30 Tahun 2012 yang berbadan hukum. Orion holiday Rental Mobil padang Proffesional dan Terpercaya Hub. 08116642020 atau di 081374445000, BBM 59A5972F dan whatsapp 081374445000



kami juga menyediakan jasa sewa dan rental all New Kijang Innova reborn, Toyota Avanza, Toyota Hiace, Isuzu elf, Toyota Alphard, All New AVANZA, Toyota Fortuner, Mobil Mini Bus LAINNYA dan Bus Pariwisata Terbaru yang pasti nya sangat aman dan nyaman serta mobil yang bersih dan driver yang berpengalaman





"Article"

dampak industri pariwisata akibat covid19
Dampak dari virus corona yang muncul sejak akhir tahun 2019 lalu tidak hanya pada kesehatan saja. Perekonomian berbagai negara pun turut terkena imbasnya. Industri pariwisata adalah salah satunya.

Meskipun Cina sudah mengupayakan berbagai usaha untuk mencegah penyebaran virus corona dari Wuhan, kasus demi kasus ditemukan di negara lain. Hal ini menyebabkan orang semakin takut untuk bepergian. Penerbangan jadi sepi dan negara diisolasi jadi nampak seperti diisolasi.

Beberapa negara seperti Amerika Serikat bahkan memberlakukan travel ban untuk memperlambat penyebaran virus corona. Presiden Trump memberlakukan travel ban selama 30 hari untuk Eropa.

Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat mengumumkan bahwa segala jenis perjalanan ke Amerika Serikat tidak diizinkan karena virus corona. Peraturan ini berlaku bagi mereka yang berada di Eropa 14 hari sebelum jadwal keberangkatan mereka ke Amerika Serikat.

Terkecuali Britania Raya, negara-negara Eropa tersebut adalah Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swis.

Pelarangan ini diberlakukan karena kasus virus corona di Eropa semakin parah. Di Italia, misalnya, sudah ada sekitar 10.000 penderita dan 650 kasus kematian. Kondisi ini menempatkan Italia sebagai negara kedua paling banyak penderita virus corona setelah Cina.

Perjalanan ke Eropa pun banyak yang dibatalkan. Maskapai penerbangan menelan kerugian cukup besar dan pemesanan tiket pesawat menurun hingga 50%.


Krisis wisatawan di Bali akibat virus corona

Melemahnnya industri pariwisata akibat virus corona juga terjadi di Indonesia. Beberapa destinasi wisata seperti Bali, Yogyakarta, dan Lombok mengalami penurunan pengunjung yang cukup drastis.

Bali adalah salah satu destinasi yang paling terkena dampaknya. Wisatawan mancanegara adalah sumber pemasukan nomor satu dari Pulau Dewata tersebut. Terlebih, wisatawan dari Cina adalah penyumbang terbanyaknya.

Pada bulan Februari 2020, sebanyak 392.824 wisatawan datang ke Bali menurut Kantor Imigrasi Bali dan angka ini turun sebesar 33% sejak bulan Januari akibat virus corona. Jumlah wisatawan Cina ke Bali pun berkurang drastis.

Tahun 2019 lalu, sekitar 2 juta wisatawan Cina mengunjungi Bali sedangkan pada bulan Februari hanya ada sekitar 4 ribu wisatawan. Diperkirakan Bali akan sulit untuk mencapai target melebih 2 juta pengunjung di tahun 2020 ini.

Pantai terlihat sepi dari pengunjung. Hanya ada pengelola usaha yang duduk santai di pesisir. Beberapa kapal pesiar bahkan memutuskan untuk tidak berlabuh di Bali.

Selain itu, jumlah penghuni hotel di Bali turun sampai 70 persen sejak virus corona menyebar dan hal ini berpengaruh terhadap kesejahteraan para karyawan. Meskipun begitu, Pemerintah Provinsi Bali telah memberikan imabuan kepada pengusaha hotel dan travel supaya tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Akan tetapi, dampak virus corona pada ekonomi tidak bisa dihindari. Maka dari itu, beberapa karyawan hotel di Bali hanya dibayar setengah gaji. Pemotongan ini diperlukan agar usaha tetap berjalan namun juga menjaga kebutuhan ekonomi para karyawan. Beberapa manajemen hotel juga meminta para perkeja mereka untuk cuti saat sedang sepi.

sumber :https://www.bobobox.co.id
Count of comments: 0
Posted on 13 Apr 2020 by admin

Powered by CuteNews

2012 - 2019©Orion Holiday