Mobil Rental Kami




Orion Holiday merupakan spesialisasi BIRO PERJALANAN WISATA DI PADANG atau TRAVEL AGENT DI KOTA PADANG yang mempunyai legalitas dengan nama PT.ORION GRAHA WISATA yang akan membuat perjalanan anda sangat berkesan dan berarti disetiap waktunya. Orion holiday merupakan perusahaan perorangan yang telah disahkan oleh akta notaries No. 30 Tahun 2012 merupakan travel agen yang resmi serta berbadan hukum. Orion holiday Rental Mobil padang dan pusat penyewaan bus pariwisata di padang dan bukittinggi yang Proffesional dan Terpercaya Hub Officce :0751 - 4640363 Hanphone :08116642020 atau di 081374445000 whatsapp :081374445000



"Article"

sewa mobil di padang

sewa bus pariwisata di padang dan rental mobil di kota padang

salah satunya saja Pantai Padang dengan segala keindahan yang pesonanya untuk menikmati matahari terbenam, atau bagi yang penasaran dengan legenda batu  si Malin Kundang anak durhaka bisa datang ke Pantai Air Manis.

nikmati paket tour padang terbaik bersama kami di sumatera baratJika suka wisata air sejumlah pulau-pulau kecil di Padang juga tak kalah menggoda untuk dikunjungi, mulai dari pulau Pasumpahan, Pamutusan hingga kawasan  wisata pulau Mande yang disebut sebagai Raja Ampatnya Sumbar.

                     Bagi yang suka berekreasi ke daerah pegunungan, Bukittinggi menjadi pilihan terbaik. Dengan hawanya sejuknya kota dengan ikon jam gadang hingga pemandangan eksotik Ngarai Sianok yang membuat mata tak jemu memandang setiap waktu.
Ada lagi danau kembar, Danau Maninjau hingga Danau Singkarak yang yang luas dan damai juga tak kalah menarik untuk disinggahi.

                       Tentunya  saja semua itu kian sempurna dengan sajian kuliner yang kaya, mulai dari nasi kapau, sate, gulai kepala ikan, soto padang, rendang sampai beragam penganan tradisional yang menggugah selera.

Tidak hanya itu saja sejumlah daerah juga punya aktraksi budaya yang unik, seperti Hoyak Tabuik di Pariaman, Pacu Jawi di Tanah Datar hingga wisata religi ke sejumlah masjid yang indah dan memesona.

Namun, berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pariwisata Sumbar, kunjungan wisatawan ke provinsi itu pada 2017 baru mencapai 7,7 juta jiwa.

dapatkan bus terbaik dan rental mobil terbaru bersama kami ,orion holiday di padang sumatera barat.

Jumlah itu terdiri atas 55.700 wisatawan mancanegara dan 8.170.000 wisatawan Nusantara," kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian.

Pembenahan Objek wisata

Pada satu sisi wisatawan mengagumi keindahan alam Sumatera Barat berdasarkan survei yang dilakukan PKSBE UNP terungkap, warga belum sepenuhnya ramah terhadap pengunjung, sementara hal itu merupakan faktor yang dipandang penting oleh pelancong.

"Mungkin ada yang bertanya apa iya orang Minang kurang ramah kepada wisatawan? tapi ini data yang tidak bisa dibantah," kata peneliti PKSBE UNP Doni Satria, M.SE.

Menurut dia belum ramahnya penerimaan masyarakat terhadap wisatawan bisa muncul dimana-mana, mulai dari pasar, angkutan umum dan lainnya sehingga memunculkan penilaian yang kurang baik dari pengunjung.

Ia menduga kurang ramahnya masyarakat terhadap wisatawan diduga karena tidak mendapatkan manfaat langsung dari kunjungan yang ada.

Atau malah sebaliknya bisa jadi masyarakat harus bersikap kurang ramah terlebih dahulu agar mendapatkan manfaat dari kunjungan wisata, kata dia.

Tidak hanya itu dari survei tersebut terungkap sebagian besar wisatawan menilai fasilitas ibadah dan toilet yang ada di objek wisata di Sumbar tidak memadai.

"Hampir sebagian besar wisatawan tidak puas dengan faslitas rumah ibadah dan toilet, padahal dua aspek tersebut dinilai penting oleh pengunjung," katanya.

Kemudian ia menemukan ketersediaan pusat informasi wisata kurang lengkap padahal itu penting bagi wisatawan.

Kesan kurang baik terhadap wisatawan itu pun diamini oleh Wakil Gubernur terpillih Sumatera Barat Nasrul Abit. Ia telah meminta bupati dan wali kota di wilayah itu memberantas praktik premanisme di kawasan objek wisata, seperti parkir liar, penjualan makanan dan minuman dengan harga mencekik hingga pungutan tidak jelas.

"Pariwisata tidak akan pernah maju jika kepala daerah tidak berani menertibkan aksi premanisme, harus berhadap-hadapan dan lakukan penertiban," kata dia.

Menurut dia para pelaku aksi premanisme di objek wisata sudah menjadi momok yang harus dibersihkan dan ditertibkan.

Ia menceritakan pernah bertemu sesorang yang mengaku harus lima kali membayar parkir saat berkunjung ke Bukittinggi akibat ulah premanisme, namun sekarang sudah ditertibkan.

"Bahkan saya sendiri ketika sudah menjadi Wakil Gubernur datang ke Pantai Air Manis Padang juga kena peras harus bayar Rp5 ribu," katanya.

Ia menyampaikan jika para kepala daerah mau sebenarnya mencari pendapatan asli daerah dari pariwisata jauh lebih mudah, dengan syarat benahi objeknya.

Perkuat Promosi

"Saat ini sudah ada penerbangan langsung dari Padang ke Malaysia, ini merupakan peluang, namun harus diakui jumlah warga Sumbar yang datang ke Malaysia lebih banyak ketimbang orang Malaysia yang ke Sumbar,".

Menurutnya Malaysia mempromosikan wisatanya terus menerus dengan membentuk badan khusus serta melakukan promosi dengan maksimal.

Ia menceritakan saat menunaikan ibadah haji beberapa tahun lalu di sepanjang jalan dari Madinah menuju Mekkah banyak sekali dipasang bilboard tentang promosi Malaysia.

"Mereka sangat mengerti dan  paham Arab Saudi merupakan lokasi yang amat strategis untuk beriklan dan dikunjungi oleh Muslim di seluruh dunia sehingga tidak perlu repot beriklan di setiap negara karena sudah cukup di Arab Saudi saja," katanya.

Dan sekarang Malaysia sudah menikmati apa yang dilakukan, apalagi wisata halal sedang populer, lanjutnya.

Kemudian Malaysia juga menyiapkan beragam infrastruktur dan fasilitas yang membuat wisatawan nyaman.

Sebab kunci agar orang mau berwisata itu adalah mampu melihat dan memenuhi kebutuhan wisatawan, bahkan kantor perdana menterinya sendiri juga bisa dikunjungi, katanya.

Ia mengakui biro perjalanan yang ada di Sumbar jauh lebih nyaman membawa warga Sumbar ke Malaysia ketimbang membawa warga Malaysia ke Sumbar.

Kalau membawa orang Sumbar ke Malaysia sesudah kunjungan tidak ada masalah, tapi membawa orang Malaysia ke sini kami khawatir banyak keluhan, mulai dari infrastruktur hingga toilet yang kurang memadai, ujarnya.

Ia mengatakan hampir 98 persen wisatawan Malaysia yang datang ke Sumbar minta berkunjung ke dua lokasi, yaitu Batu Malin Kundang di Pantai Air Manis dan Rumah Kelahiran Buya Hamka di Maninjau.

 

                        Ia menggaris bawahi kalau Sumbar ingin lebih banyak dikunjungi wisatawan asing, maka harus dibenahi infrastruktur dan pahami kebutuhan wisatawan.

Sejalan dengan itu akademisi dari Universitas Andalas (Unand) Padang Dr Sari Lenggogeni menilai Sumatera Barat perlu memetakan segmen pariwisata agar jelas target wisatawan yang hendak dibidik untuk berkunjung.

"Apakah satuan perangkat kerja daerah pengelola pariwisata di kabupaten dan kota sudah tahu belum pasar pariwisatanya, segmen apa yang dibidik? Jangan sampai membuat suatu produk lalu berharap semua orang datang," ujarnya.

Menurutnya pengelola pariwisata harus memetakan segmen pasar agar tahu siapa target, bagaimana kondisinya dibandingkan pesaing, serta mencari tahu produk wisata yang dibuat apakah sudah memiliki nilai lebih dibandingkan yang lain.

Ia melihat selama ini ada yang menggemborkan banyak wisatawan yang datang tapi tidak jelas siapa yang datang itu.

Padahal berdasarkan data, segmen pasar terbesar wisatawan Sumbar berasal dari Malaysia mencapai 77 persen diikuti Australia 4,1 persen, Singapura dua persen dan Prancis 0,07 persen.

Apakah pengelola sudah tahu karakter tujuan wisatawan asal Malaysia,kemana berkunjung untk mendapatkan object terbaik dan kebersiha yanng terjamin? lanjutnya.

Ia mengatakan hampir sebagian besar wisatawan Malaysia Muslim dan suka berkunjung bersama keluarga atau dalam kelompok besar yang mencintai ekowisata yang ramah hinga kedatang yang berkelanjutan.

Sementara, wisatawan asal Australia sebagian besar berkunjung untuk olahraga selancar.

"Yang jadi pertanyaan sudahkan karakter wisatawan tersebut dipelajari sehingga jelas wisatawan Malaysia hendak diapakan, Australia dilayani seperti apa?" kata dia.

Kemudian ia melihat persoalan yang menonjol selama ini dalam membangun pariwisata adalah membangun kesadaran masyarakat agar sadar wisata.

Jangan sampai sudah capek mengajak orang berkunjung, tiba di Sumbar diperas, membayar segala sesuatu dengan mahal sehingga mereka tidak akan mau kembali lagi.

Ketidakpuasan dan persepsi risiko saat orang berwisata ke Sumbar tinggi, ini ditambah adanya risiko rawan bencana, katanya.

Terakhir ia menyarankan Dinas Pariwisata perlu memiliki website yang memuat dengan jelas informasi yang terintegrasi sehingga jika ada turis yang hendak berkunjung jelas hendak kemana dan memilih tujuan wisata apa.

Semua tentu sepakat pariwisata menjadi program andalan pemerintah oleh sebab itu Gubernur, wali kota dan bupati harus bersinergi untuk menghadirkan tujuan wisata yang diminati.


 

0 Comments
Posted on 2018 Feb 15 by admin
Name:
E-mail: (optional)
Smile: smile wink wassat tongue laughing sad angry crying 

Captcha
Powered by CuteNews

2012 - 2018©Orion Holiday