Mobil Rental Kami




Orion Holiday merupakan spealisasi BIRO PERJALANAN WISATA PADANG atau TRAVEL AGENT DI KOTA PADANG yang mempunyai legalitas dengan nama PT.ORION GRAHA WISATA yang akan membuat perjalanan anda sangat berkesan dan berarti disetiap waktunya. Orion holiday merupakan perusahaan perorangan yang telah disahkan oleh akta notaries No. 30 Tahun 2012 yang berbadan hukum. Orion holiday Rental Mobil padang Proffesional dan Terpercaya Hub. 08116642020 atau di 081374445000, BBM 59A5972F dan whatsapp 081374445000



"Article"

transportasi di kota padang sumatera barat

Rental Mobil di kota padang dan bukittinggi sumbar
  Untuk pilihan terbaik  untuk menikmati wisata anda tentu nya dengan menyewa / merental mobil di padang sesuai keinginan anda tentunya semua ini mobil di sediakan dengan baik ,baru,aman dan nyaman.ada banyak pusat sewa mobil terbaik untuk transportasi  anda menentukan pilihan dan kenyamanan berwisata nantinya,juga dengan harga yang bervarian dan bersahabat ada diantaranya  Beberapa rental mobil memberikan harga sewa sudah termasuk bensin dan sopir dengan catatan berkeliling seputar kota Padang. Dan ada juga sudah termasuk untuk keluar kota spt ke bukittinggi dan kota kota lainya di sumatera barat.Sebaiknya pilihlah pusat penyewaan yang terkelola dengan baik dan professional agar wisata anda dan keluarga mendapatkan kenyamanan dan kepuasan ppenuh kenangan yang indah dan senang hati.
kami ORION HOLIDAY selalu memberikan ,rental mobil padang terbaik untuk anda dan keluarga.angkutan kota/ Angkot-angkot Padang terkenal "brisik" dengan dentuman musik-musik daerah maupun lagu pop yang sedang tren saat ini. Sebagian besar orang akan menyukai naik angkot-angkot ini. Bagaimana tidak, full music! Cocok untuk yang  haus hiburan. Namun, bisa jadi untuk telinga lain yang tak terbiasa, musik-musik itu hanya membuat ketidak nyamanan bagi para pengiuna jasa angkutan umum spt pening  kepala. Angkot di Padang lumayan banyak dan saling berhubungan. Karena itu, untuk mencapai lokasi-lokasi keramaian seperti Pantai Padang, Jembatan Siti Nurbaya,
untuk wisata group anda / rombongan kami juga menyediakan ,sewa bus pariwisata padang terbaru dan terbaik untuk group anda.Perkembangan Transportasi Massal di Kota Padang dan Sekitarnya     
Pada Forum diskusi publik yang mengambil tema “Pengembangan Transportasi Massal di Kota Padang dan Sekitarnya” ini dihadiri oleh multi-stakeholder dengan tujuan untuk menjaring aspirasi dan memperoleh masukan dalam rangka revitalisasi transportasi di Kota Padang dan kota-kota sekitarnya. Seperti pada diskusi-diskusi sebelumnya yang diselenggarakan oleh Puskom Publik Kementerian Perhubungan, fungsi narasumber dalam diskusi tersebut hanya sebagai pemantik saja, tidak terlalu dominan. Setiap peserta yang menunjukkan jari untuk berbicara diberi kesempatan berbicara. Ini yang membedakan dengan diskusi pada umumnya yang maksimal menampung 3-6 orang penanggap saja. Metode diskusi yang demikian ditempuh karena terbukti ampuh dalam menjaring aspirasi publik yang leih luas bila dibandingkan dengan model diskusi pada umumnya.

Dalam kegiatan acara diskusi ini tidak ada pembicara tunggal, akan tetapi setiap peserta sebagai perwakilan unsur memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Diskusi dipimpin oleh moderator dan diawali dengan penyampaian paparan singkat oleh para pemantik diskusi. Adapun yang menjadi pemantik diskusi ini yaitu
Acara diskusi ini dibuka oleh Mudrika, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar (Sumatra Barat). Dalam sambutannya dikatakan bahwa permasalahan transportasi di Sumbar, khususnya Kota Padang, Bukit Tinggi, dan Padang Panjang hampir sama dengan permasalahan transportasi yang dihadapi kota-kota lainnya di luar Sumbar, yaitu parkir, pelayanan angkutan umum, kecelakaan, dan permasalahan lingkungan. Penyebabnya adalah peningkatan jumlah perjalanan akibat perkembangan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Beberapa kota yang memiliki keterkaitan fungsi sosial dan ekonomi yang kuat akan mengalami mobilitas antar wilayah yang tinggi, seperti Kota Padang dengan Pariaman dan Pariaman dengan Bukit Tinggi. Dengan demikian diperlukan arah kebijakan yang komprehensif dan berkesinambungan agar kebutuhan perjalanan masyarakat dapat terpenuhi.

Saat ini Sumbar sudah memiliki beberapa kebijakan transportasi yang terpadu antara kebijakan sistem transportasi nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. Kebijakan tersebut memprioritaskan pembangunan fasilitas angkutan umum massal, seperti kereta api, bis massal, integrasi kedua moda, kawasan pejalan kaki, jalur khusus tidak bermotor, dan perhatian kepada lingkungan hidup.

Ada beberapa program pengembangan transportasi di Kota Padang yang tengah dipersiapkan untuk mendukung Kota Padang sebagai kota metropolitan, sebagaimana disebutkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Sumbar. Petama, pengembangan angkutan kereta api komuter. Jalan kereta api yang sudah ada di Sumbar saat ini –yang merupakan peninggalan pemerintahan kolonial—merupakan cikal bakal pembangunan kereta api komuter tersebut. Kedua, pengembangan kota terpadu. Aglomerasi antara Kota Padang dan kota-kota lain di sekitarnya akibat keterikatan fungsional dapat dihubungkan dengan sistem jaringan prasarana wilayah yang terintegrasi dan didukung dengan angkutan umum kereta api komuter dan bis massal. Ketiga, pengembangan kawasan pedestrian. Fasilitas pedestrian merupakan bagian integral dari sistem transportasi perkotaan di kawasan yang memiliki jumlah mobilitas pejalan kaki cukup tinggi, seperti pusat perbelanjaan, pasar, sekolah, mesjid, stasiun, terminal, rumah sakit, lapangan olahraga, kawasan wisata, dsb. Pembangunan kawasan pedestrian saat ini telah dimulai di Kota Bukit Tinggi. Keempat, peningkatan kualitas lingkungan hidup perkotaan melalui upaya penegakan peraturan pengujian kendaraan bermotor, sertifikasi bengkel penguji gas buang, dan penerapan hari bebas kendaraan bermotor.

PRESENTASI
1. Yudi Indra (Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Padang)

Kota Padang memiliki luas 694,96 km2. Akan tetapi, hanya 30% dataran yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan aktivitas sosial ekonomi, selebihnya merupakan kawasan hutan lindung. Kota Padang memiliki 21 buah sungai dan garis pantai sepanjang ± 84 km. Adapun penduduknya berjumlah 925.344 jiwa.

Kebijakan pengembangan sistem angkutan umum massal di Kota Padang dilandasi oleh beberapa latar belakang. Pertama, Kota Padang saat ini didominasi oleh angkutan berkapasitas kecil/angkutan kota (angkot) yang menimbulkan kepadatan lalu lintas. Di samping itu, jumlah bis kota yang sebelumnya berjumlah enam trayek (386 unit bis) kini telah berkurang menjadi dua trayek (188 unit bis) atau turun sebesar 53% karena kalah bersaing dengan angkot. Latar belakang lain yang mendorong pengembangan angkutan umum massal di Kota Padang, yakni pengusaha angkot yang belum profesional dan awak kendaraan yang berperan ganda untuk mengoperasikan kendaraan dan mengumpulkan pendapatan. Dengan demikian, kebijakan pengembangan sistem angkutan umum massal perlu didorong karena terbukti lebih efektif, efisien, dan sustainable.

Beberapa studi tentang transportasi di Kota Padang yang dilakukan sejak tahun 2005 merekomendasikan agar Kota Padang memiliki angkutan massal. Data dalam Rencana Umum Jaringan Transportasi Jalan (RUJTJ) Kota Padang Tahun 2004-2013 menunjukkan bahwa penggunaan moda transportasi angkutan umum pada tahun 2004 berjumlah 53% dari seluruh perjalanan. Akan tetapi, penggunaan angkutan umum mengalami penurunan sejak tahun 2005 sehingga pada tahun 2010 turun menjadi 45,47%. Sedangkan penggunaan kendaraan pribadi meningkat tajam dari 47% pada tahun 2005 menjadi 54,53% pada tahun 2010. Kondisi ini menimbulkan potensi kemacetan yang tinggi, pemborosan BBM, peningkatan polusi, dan angka kecelakaan yang tinggi.

Penurunan jumlah penggunaan angkutan umum di Kota Padang disebabkan oleh perilaku pengemudi angkutan yang seringkali berebutan penumpang, melanggar rambu lalu lintas, berhenti di sembarang tempat, dan mengebut. Akibatnya, penumpang merasa tidak nyaman, tidak memiliki kepastian waktu perjalanan (unrealibility), tingkat keselamatannya rendah, dan keamanannya tidak terjamin. Akar dari permasalahan tersebut adalah sistem setoran yang membuat pengemudi mengejar setoran. Solusinya adalah melakukan perubahan manajemen pengelolaan angkutan umum.

saat Dalam manajemen pengelolaan angkutan saat ini, tanggung jawab pelayanan transportasi dari yang paling besar dipegang oleh pemerintah, pengusaha, dan pengemudi. Akan tetapi, yang memegang resiko paling besar justru sebaliknya, yaitu pengemudi, pengusaha, dan pemerintah. Seharusnya, porsi resiko yang ditanggung oleh pemerintah sebanding dengan porsi tanggung jawabnya sebagai penyedia public service. Salah satu cara untuk mengalihkan resiko tersebut adalah dengan sistem buy the service, di mana pemerintah membeli pelayanan kepada pengusaha untuk masyarakat. Dengan demikian, resiko kerugian dapat ditanggung oleh pemerintah.





 
 

pada prinsip nya Pemerintah Kota Padang ingin menciptakan Padang New City, yaitu perubahan pusat pemerintahan dari Padang Barat ke daerah Air Pacah. Alasannya, gempa 30 September 2009 telah menyebabkan kerusakan bangunan dan prasarana kota, termasuk prasarana dan fasilitas transportasi kota. Di samping itu terdapat pula perubahan pola pergerakan masyarakat dari daerah kawasan pantai barat ke kawasan timur Kota Padang. Menyikapi hal tersebut, maka perlu dilakukan penataan moda transportasi.

Rencana sistem transportasi Kota Padang yang merujuk kepada Rencana Induk Transportasi Kota Padang 2010-2030 menyebutkan ada tiga moda angkutan massal transportasi yang akan dikembangkan di Kota Padang. Pertama, Bus Rapid Transit (BRT) yang diberi nama Trans Padang yang terdiri dari lima koridor. Koridor I dengan panjang 19 km akan dioperasikan mulai bulan Agustus 2013 mendatang dengan 20 bus uji coba. Saat ini Trans Padang sedang menjalani tahap persiapan halte dan konsorsium yang akan menjalankan pengoperasioannya. Halte Trans Padang berukuran kecil karena keterbatasan lahan, bersebelahan dengan rel kereta api, dan berada di trotoar yang sempit. Sistem ticketing direncanakan menggunakan smart card yang bekerja sama dengan bank. Masyarakat mengisi saldo kartu seperti pulsa, kemudian di-tap di halte untuk menggunakan bis.

Pondok, bahkan ke Pantai Air Manis yang agak jauh dari pusat kota pun dapat ditempuh dengan angkot.

Ojek Seorang teman berkata, Sumatera Barat adalah surganya ojek. Ya, ada banyak ojek di Padang. Anda dengan mudah menemukan ojek-ojek ini mangkal di daerah keramaian.
Kereta Wisata Di sore hari, kereta wisata akan berkeliling di seputaran Pantai Padang. Kereta ini sebenarnya lebih pantas disebut dengan mobil. Namun karena beroda banyak dan tanpa jendela, kendaraan itu pun disebut sebagai kereta. Kereta wisata diluncurkan oleh dinas pariwisata setempat. Tarif sekali naik hanya Rp 10.000 saja.
Bendi Mau yang tradisional? Coba saja naik bendi atau kereta kuda ala delman khas Sumatera Barat. Walau kota besar seperti Padang, Anda dengan mudah  menemukan bendi. Seru juga Anda mencoba berkeliling kota dengan naik bendi. Misalnya naik dari Museum Adityawarman lalu berkeliling ke Pantai Padang.

0 Comments
Posted on 2016 Sep 16 by admin
Name:
E-mail: (optional)
Smile: smile wink wassat tongue laughing sad angry crying 

Captcha
Powered by CuteNews

2012 - 2015©Orion Holiday