Mobil Rental Kami




Orion Holiday merupakan spealisasi BIRO PERJALANAN WISATA PADANG atau TRAVEL AGENT DI KOTA PADANG yang mempunyai legalitas dengan nama PT.ORION GRAHA WISATA yang akan membuat perjalanan anda sangat berkesan dan berarti disetiap waktunya. Orion holiday merupakan perusahaan perorangan yang telah disahkan oleh akta notaries No. 30 Tahun 2012 yang berbadan hukum. Orion holiday Rental Mobil padang Proffesional dan Terpercaya Hub. 08116642020 atau di 081374445000, BBM 59A5972F dan whatsapp 081374445000



"Article"

sewa bus pariwisata padang

Dapatkan transportasi terbaik selama berada di sumatera barat dari kami untuk kelancaran dan kenyamanan anda selama berada di sumatera barat ,Tentu nya dengan rental mobil terbaru dan terbaik di padang dan bukittinggi serta  sewa bus pariwisata anda yang terbaru dapatkan semua itu dari kami untuk kenyaman anda sekeluarga besera group lainya,pastikan semua jenis transporasi anda di sumatera barat ada pada kami orionholiday.com .Selain yang kita kenal Danau Singkarak, Ateh, Bawah, Lembah Harau dan Batang Tabik. Sumatera Barat bermunculan objek-objek wisata baru yang diperkenalkan anak-anak muda yang pada awalnya diperkenalkan di media sosial dan berlanjut menjadi konsumsi publik secara luas.
Makin hari tempat ini makin rame di kunjungi yang mana banyak para pengunjung yang datang hanya untuk berselfi ria,
Belakangan  ini, peternakan sapi Padang Mangateh dihebohkan dengan aktivitas masyarakat yang beramai-ramai mendatangi tempat ini. Bukan sebagai pembeli sapi atau hewan lainnya, kehadiran masyarakat ke tempat ini adalah untuk melihat peternakan sapi yang familiar di media sosial. Yang menyebabkan banyak anak-anak muda berselfie ria menunjukan dirinya di media sosial, bahwasanya ia telah datang ke New Zelandnya Sumatera Barat—istilah yang populer dikalangan anak-anak muda.
Padang Mangateh merupakan peternakan sapi yang dulunya merupakan warisan Belanda, yang berdiri 1916. Pada perkembanannya, tahun 1955 Padang Mangateh menjadi perternakan yang terbesar di Asia Tenggara, yang memiliki sapi, kambing dan ayam. Setelah itu, tahun 1985 peternakan ini diambil alih oleh pemerintah pusat dan tahun 2012 berganti nama dengan Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU).


Rental mobil di kota padang dan bukittinggi kami adalah solusi nya yang selalu memberikan pelayanan yang prima dan penuh kenyamanan.Lengkapi perjalanan tour anda yang nyaman dan penuh kesan dengan transport terbaru dari kami.

Dapatkan Bus pariwisata terbaik dan terbaru di padang bukittinggi sumatera barat dari kami,Pusat penyewaan bus pariwisata di padang sumatera barat ebagai putra asli Kabupaten Lima Puluh Kota, dari kecil saya mengenal peternakan ini bukan sebagai objek wisata tetapi memang tempat pertenakan sapi. Pada hari minggu ayah saya sering mengajak ke tempat ini, dimana saya banyak mengenal bagaimana sapi itu dipelihara dalam jumlah yang besar. Karena sapi-sapi disini berbeda dengan sapi kebanyakan yang hanya dikurung di kandanganya dan dicarikan makan oleh pemiliknhya. Sedangkan disini sapi-sapinya berlarian mencari makanya sendiri di padang rumput yang luas.
Pandangan saya yang menganggap biasa di waktu kecil tentang keberadan peternakan sapi Padang Mangateh. Saat ini, anak muda bahkan orang-orang tua berbondong-bondong untuk datang ke tempat ini. Melihat peternakan sapi ini bukan sebagai peternakan tetapi objek wisata. Tidak ada yang salah dengan stigma itu, sesungguhnya sebagai warga Sumatera Barat kita bersyukur memilki keindahan alam yang bisa kita dapatkan di mudah tanpa harus hadir dulu ke Selandia baru untuk melihat padang rumput yang luas yang disana ada peternakan sapinya.
Yang menjadi masalah mungkin juga kita semua adalah dengan menjadikan Padang Mangateh sebagai objek wisata yang niscaya melupakan fungsinya sebagai peternakan. Mengapa begitu? Peternakan ini tentu akan berfokus mengelola sapi-sapi, terutama soal kesehatan dan makanannya. Jika, padang rumput tersebut dipenuhi dengan wisatwan yang menghabiskan waktunya untuk selfie, tentunya hal itu akan mengganggu.
Sudah banyak kejadian di daerah-daerah yang mengembakan kebun-kebun bunga yang relatif langka. Yang pada awalnya bukanlah tempat yang dibuka untuk umum. Setelah beberapa orang meng-uplod lokasi ini ke media sosial, maka beramai-ramailah orang-orang mendatangi tempat ini dan menjadikan tempatselfie dan juga di-uplodnya ke media sosial yang nanti akan menambah orang datang dengan tujuan yang sama.
Begitu ramainya orang yang datang tentu ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan momentum ini sebagai sarana mencari uang, dengan dalih uang kebersihan atau keamanan. Ini bukan soal tempat yang seharusnya menjadi sarana pemberdayaan dan pengelolan. Pada akhirnya menjadi objek wisata. Tetapi, kita melihat sendiri bahwa dengan adanya bayaran masuk ke lokasi pemberdayaan dan pengelolan, bahkan ada pengunjng yang bisa berbuat seenakanya tanpa berpikir fungsi tempat ini seharusnya.
Kecemasan inilah yang saya lihat akan kondisi Padang Mangateh saat ini, makanya pengelola menutup peternakan ini untuk umum sementara waktu. Karena, sapi-sapi ini pun membutuhkan pembiasaan, yang sebelumnya bisa dengan bebas berlarian di padang rumput. Dengan ada peralihan mendadak karena reaksi sosial, tempat ini bahkan menjadi objek wisata, yang hampir sama dengan tenpat yang tak jauh dari peternakan ini, Lembah Harau (Kabupaten Lima Puluh Kota).
Percayakan Bus pariwisata terbaik dan terbaru untuk anda di sumatera barat ada pada kami,jumpai kami di www.orionholiday.com

Euforia sesat yang terjadi dikalangan anak muda dan masyarakat kita, hendaknya pemerintah bisa mengambil peluang ini secara serius. Dengan melakukan pembangunan dan pengelolan objek wisata yang baik tentu akan menjadi daya tarik wisatawan untuk hadir ketempat tersebut. Misalnya saja, Lembah Harau, sebagai objek wisata dalam pengelolaanya masih belum bisa menjadi icon objek wisata yang membuat wisatawan terpikat berkali-kali. Sehingga, tempat ini hanya dipenuhi wisatawan lokal pada hari-hari besar tertentu.
Kembali lagi ke persoalan Padang Mangateh, sebagai tempat peternakan sapi jikapun memang akan dijadikan sebagai icon pariwisata. Pemerinatah hendaknya bisa mengambil peluang ini dengan hari-hari tertentu pada kalender satu tahun. Misalnya, aktivitas Tabuaik di Pariaman yang dilaksanakan sekitar bulan Muharam. Sehingga, daya pikat tempat ini bukannya hanya euforia sesaat, tetapi memang objek wisata yang bisa dihubungkan dengan kegiatan ekonomi masyarakat lainnya.
Kehadiran Padang Mangateh tentu akan membuat ketertarikan wisatawan akan Sumatera Barat akan meningkat. Terpenting kita bukan hanya menjadi penikmat alam tanpa tahu efek kelestariaan dan keindahan lingkungan yang kita rusak, karena persoalan kita telah membayar uang masuk dan parkir.


Keindahan Peternakan Padang Mangateh ini tidak lengkap kalau kita tidak berjalan ke puncaknya yaitu  puncak yg Terletak di kaki Gunung Sago yang eksotis membuat Peternakan Padang Mangateh ini menyuguhkan pemandangan spektakuler yang tidak bisa anda lihat pada hari biasa! Beruntunglah bila anda tiba pada hari yang cerah, seperti waktu saya datang saat itu. Jika tidak, kabut akan menutupi pemandangan indah yang hanya terlihat disini. Penanjakan yang cukup panjang bisa menguras tenaga bila jalannya terburu buru, kalau mau, sambil jalan kaki, lihat kanan kiri, marilah syukuri, pemandangan indah ini. Hihihi.

Soalnya kalau sudah siang hari, panasnya bukan main meskipun angin dingin terus menyapa. Kalau kata orang Minang sih "kalek dek paneh balangkang" (item gara-gara panas banget, hahaha). Oh iya jangan lupa memakai jaket dan bawa cemilan dan air minum yang cukup karena di atas akan ada sebuah pondok peristirahatan para pegawai peternakan. Pada titik tersebut kita diizinkan untuk foto dan menikmati keindahan yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Ini medan pendakian yang akan ditempuh. Eksotis di kaki Gunung Sago! (koleksi pribadi)"
Setelah saya dan papa puas mendaki santai sekitar 30 menit ke ujung jalan pendakian, kami berdua beristirahat di pondok sambil ngemil tapai (tape singkong) yang sudah kami beli sebelumnya di pasar Ibuh Payakumbuh. Ketika melihat sekeliling, Subhanallah, tidak berhentinya kami bersyukur atas keindahan yang Allah berikan di dunia ini. Dari pondok, kami melihat semua sisi Kota Payakumbuh dan sebagian wilayah Kabupaten 50 Kota. Semuanya tampak kecil, bahkan bukit-bukit yang biasanya saya lihat sangat besar, disini hanya sebesar jempol saja. Subhanallah... Benar-benar eksotis dan tempat melihat pemandangan kota yang terbaik yang saya datangi.


Pemandangan yang eksotis dari pondok istirahat di ujung jalan pendakian (koleksi pribadi)"]
Puas melihat pemandangan, saya dan papa kembali turun menuju tempat parkir motor di kompleks perkantoran di bagian bawah. Ternyata ketika weekend, tempat ini ramai didatangi oleh anak-anak muda yang ingin melihat pemandangan baik secara pribadi maupun berkelompok. Namun jarang dari mereka yang mendaki hingga pondok yang kami singgahi, karena selain cukup jauh bila ditempuh jalan kaki, keberadaan tempat yang memang tidak diperuntukkan untuk berwisata ini memang tidak menyediakan tempat untuk berlindung, jadi bersiaplah merasakan "paneh balangkang" yang saya bilang tadi, hihihi.

Bagi yang senang berpetualang (yang sekarang terhimpun dalam group KOTEKA) yuk jalan-jalan ke Payakumbuh, lihat pemandangan eksotis nan segaaar di Peternakan Padang Mangateh! Yuk sisihkan waktu untuk berkeliling di negeri sendiri, karena makin tahu, makin kenal jadinya makin cinta dengan wisata dalam negeri!
 

0 Comments
Posted on 2017 Aug 05 by admin
Name:
E-mail: (optional)
Smile: smile wink wassat tongue laughing sad angry crying 

Captcha
Powered by CuteNews

2012 - 2015©Orion Holiday